KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN PARTISIPATIF DI DESTINASI WISATA PANTAI IMPOS, TANJUNG, LOMBOK UTARA

Authors

  • Hamdani Satriawan Universitas Bima Internasional MFH Author
  • Muh. Nuh Ilyas Universitas Bima Internasional MFH Author
  • Muhammad Jonathan WR Universitas Bima Internasional MFH Author
  • Amanda Shafyra Universitas Bima Internasional MFH Author

DOI:

https://doi.org/10.63545/juan.v3.i1.201

Keywords:

pendekatan partisipatif, pemberdayaan masyarakat, pariwisata berkelanjutan, wisata pesisir, Lombok

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat partisipasi lokal dalam pengembangan Pantai Impos sebagai destinasi wisata pesisir yang terletak di Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk memastikan keterlibatan aktif masyarakat setempat dalam mengidentifikasi potensi wisata, perencanaan, serta pelaksanaan program pengembangan yang berkelanjutan. Program ini difokuskan pada pengelolaan lingkungan, pemberdayaan sosial budaya, dan penguatan ekonomi melalui inisiatif berbasis masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat lokal memiliki antusiasme yang tinggi, namun masih menghadapi berbagai tantangan seperti pengelolaan sampah yang belum optimal, keterbatasan keterampilan dalam pengelolaan pariwisata, serta minimnya infrastruktur pendukung. Melalui diskusi partisipatif dan kegiatan pelatihan, masyarakat secara kolaboratif merumuskan strategi pengembangan, antara lain pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengembangan sistem pengelolaan sampah, serta penguatan atraksi wisata berbasis budaya lokal.Model partisipatif ini terbukti mampu meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan, serta mendorong penerapan konsep pariwisata pesisir berkelanjutan. Hasil kegiatan menegaskan pentingnya pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan dan dukungan kelembagaan untuk mengembangkan Pantai Impos sebagai destinasi wisata yang kompetitif dan berkelanjutan di Lombok.

References

Anggara, B., & Hardyanti , H. (2024). A Critique Of Ecotourism Concepts In Tourism: An Analysis Of Mistakes And Misconceptions . Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata, 7(2), 102–111. Retrieved from https://ejurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/wisata/article/view/2436

Anggara, B., Sudiarta, I. N., & Arismayanti, N. K. (2023). The Influence of Marketing Mix on Tourist Satisfaction in Sade Tourism Village, Central Lombok, West Nusa Tenggara. International Journal of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS), 3(2), 548-556.. https://doi.org/10.55227/ijhess.v3i2.573

Ashley, C., Roe, D., & Goodwin, H. (2001). Pro-poor tourism strategies: Making tourism work for the poor. London, UK: Overseas Development Institute.

Chambers, R. (1997). Whose reality counts? Putting the first last. London, UK: Intermediate Technology Publications.

Cohen, E., & Cohen, S. A. (2015). Beyond ethnography in tourism research: Exploring the constructed tourist experience. Tourist Studies, 15(2), 132–151. https://doi.org/10.1177/1468797614563432

Goodwin, H., & Santilli, R. (2009). Community-based tourism: A success? Leeds, UK: International Centre for Responsible Tourism.

Inskeep, E. (1991). Tourism planning: An integrated and sustainable development approach. New York, NY: Van Nostrand Reinhold.

Prayuda, H., Prawiranegara, K., Mandala, O. S., Rahmatyar, A., & Sumardani, R. (2025). Pelestarian Ekowisata Berbasis Hukum Lingkungan: Sosialisasi Dan Aksi Bersih Pantai Serta Penanaman Mangrove Di Pantai Cemare, Lombok Barat. JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara, 2(3), 9-15.

Pretty, J. N. (1995). Participatory learning for sustainable agriculture. World Development, 23(8), 1247–1263. https://doi.org/10.1016/0305-750X(95)00046-7

Putra, I. N. D. (2019). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata di Bali. Jurnal Kajian Pariwisata, 1(2), 112–124. https://doi.org/10.xxxx/jkp.v1i2.2019

Satria, D., & Widyastuti, M. (2021). Model pengelolaan pariwisata berbasis komunitas di Indonesia: Tantangan dan strategi. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 15(1), 45–57. https://doi.org/10.xxxx/jki.v15i1.2021

Scheyvens, R. (1999). Ecotourism and the empowerment of local communities. Tourism Management, 20(2), 245–249. https://doi.org/10.1016/S0261-5177(98)00069-7

Suansri, P. (2003). Community-based tourism handbook. Bangkok, Thailand: Responsible Ecological Social Tour (REST).

Timothy, D. J., & Nyaupane, G. P. (2009). Cultural heritage and tourism in the developing world: A regional perspective.London, UK: Routledge.

Tosun, C. (2006). Expected nature of community participation in tourism development. Tourism Management, 27(3), 493–504. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2004.12.004

United Nations World Tourism Organization (UNWTO). (2020). International tourism highlights: 2020 edition. Madrid, Spain: UNWTO. https://doi.org/10.18111/9789284422456

Downloads

Published

13-01-2026

How to Cite

Satriawan, H., Ilyas, M. N., Jonathan WR, M., & Shafyra, A. (2026). KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN PARTISIPATIF DI DESTINASI WISATA PANTAI IMPOS, TANJUNG, LOMBOK UTARA. JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara, 3(1), 45-52. https://doi.org/10.63545/juan.v3.i1.201