REVITALISASI PENGGUNAAN BAHASA MADURA HALUS DALAM PENGUATAN ETIKA KOMUNIKASI SANTRI DI PP MAMBAUL ULUM GANDING SUMENEP
DOI:
https://doi.org/10.63545/juan.v3.i4.338Keywords:
Bahasa Madura Halus, Èngghi-Bhunten, Santri, Etika Komunikasi, Revitalisasi BahasaAbstract
Bahasa Madura Halus merupakan salah satu bentuk bahasa daerah yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga berkaitan dengan tata krama, penghormatan, dan nilai sosial masyarakat Madura. Di lingkungan pesantren, penggunaan bahasa tersebut dapat menjadi bagian dari pembentukan etika komunikasi santri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk merevitalisasi penggunaan Bahasa Madura Halus sekaligus memperkuat etika komunikasi santri di PP Mambaul Ulum Ganding Sumenep. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dan edukatif yang meliputi sosialisasi, pembelajaran, latihan percakapan, praktik, simulasi, pembiasaan, pendampingan, dan evaluasi. Observasi dan wawancara digunakan sebagai pendekatan pendukung untuk memperoleh gambaran kondisi awal dan kebutuhan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa santri telah mengenal Bahasa Madura Halus, tetapi penggunaannya dalam komunikasi sehari-hari belum konsisten, terutama dalam interaksi antarteman sebaya. Bahasa Madura Halus lebih sering digunakan ketika santri berkomunikasi dengan guru, pengasuh, orang tua, dan orang yang lebih tua. Informasi awal dari wawancara dengan empat santri dan Ibu Nyai menunjukkan bahwa kurangnya pembiasaan, pengaruh bahasa gaul, lingkungan pergaulan, kekhawatiran mendapat ejekan, rasa gengsi, keterbatasan kosakata, dan belum optimalnya keteladanan lingkungan menjadi beberapa faktor yang memengaruhi penggunaan Bahasa Madura Halus. Kegiatan pengabdian kemudian diarahkan pada pemberian pemahaman, latihan penggunaan bahasa, praktik percakapan, simulasi situasi komunikasi, pembiasaan, dan pendampingan. Rangkaian kegiatan tersebut menempatkan Bahasa Madura Halus tidak hanya sebagai bahasa yang perlu dilestarikan, tetapi juga sebagai sarana penguatan etika komunikasi, rasa hormat, dan adab santri di lingkungan pesantren.
References
Ali, A. Z., Suryanto, T. A., Amin, A. S., & Maliji, M. (2021). Bhesah Alos: Etika komunikasi Remaja Dalam Pergaulan Sosial di Kabupaten Sampang Madura. Jurnal Reflektika, 16(1), 213–239. https://ejournal.unia.ac.id/index.php/reflektika/article/view/896
Ayuanita, K., & Rizam, M. M. (2025). Ondhâgghâ Bhâsâ Bahasa dan Kuasa di Madura. UIN Madura Press.
Jamiliyah, Q. T., Quthny, A. Y. A., & Ahnaf, F. K. (2024). Bentuk Leksikon Bahasa Madura dalam Tuturan Halus dan Kasar Santriwati Pondok Pesantren Darul Lughah Wal Karomah: Kajian Ekolinguistik. Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 11(1), 157.-168. https://doi.org/10.30595/mtf.v11i1.21481
Kholili, A., Listiana, H., Holik, A., & Ridho, A. (2024). Integrasi Pembelajaran Akhlak Dengan Praktik Bahasa Madura Halus Di Pondok Pesantren Al-Islami As-Salafi Taman Sari Pamekasan. PROFICIO: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5, 2.
Lubis, F., Fadillah, S., Azzahrawani, F., Marbun, R., Lestari, P. A., Naibaho, R. Y., & Ulwan, G. N. (2025). Pengaruh Media Sosial Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia di Kalangan Mahasiswa. Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion, 2(1), 129–136. https://doi.org/10.57235/mesir.v2i1.5593
Maghfiroh, N. (2022). Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi masyarakat dalam kehidupan sehhari-hari. Komunikologi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 19(02).
Mahbubah, L., & Qadir, A. M. A. (2026). Pendampingan Intensif Pengembangan Bahasa Madura Halus Santri DPUQ Mambaul Ulum Bata-bata. Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 6(4), 2228-2235.
Ningrum, A. C., & Tazqiyah, I. (2024). Peran Bahasa dalam Komunikasi Lintas Budaya: Memahani Nilai dan Tradisi yang Berbeda. Jurnal Selasar KPI: Referensi Media Komunikasi Dan Dakwah, 4(2), 146-167.
Putri, B. T., Ayu, C. S., Ginting, M. A. B., Saidah, S., & Nasution, S. (2025). Budaya dan bahasa: Refleksi dinamis identitas masyarakat. Semantik: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 3(1), 20-32.
Salsabila, N., Nisa’, F., Al-Khanifah, H. K., & Bakar, M. Y. A. (2026). Bahasa, Pikiran, dan Budaya: Analisis Semantik Terhadap Fungsi Bahasa Sebagai Alat Komunikasi. Journal Sains Student Research, 4(1), 309–320. https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/7847
Shobirin, M. S., & Roziqin, M. K. (2022). Analisis Kesantunan Berbahasa Santri di Lingkungan Pondok Pesantren Yanabiul Qur ’ an Jombang : Kajian Pragmatik. UNWAHA Jombang, (26 Oktober), 66–71.
Susylowati, E., Wisudawanto, R., Surakarta, U., & Surakarta, U. S. (2021). Language Politeness of Female Student. (1), 153–167.
Zakiyah, N. L., Sholihah, M., Musoffa, L., & Suaedi, H. (2024). Penggunaan Tindak Tutur Bahasa Madura dalam Percakapan Santri Putri Pondok Pesantren Al-Inaroh Jenggawah Jember. Leksikon: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 2(2), 57–66. https://doi.org/10.59632/leksikon.v2i2.370
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 S. Hikmah Jamil, Ririn Fitrianti, Dewi Qomariyah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
CC Attribution-ShareAlike 4.0








